Powered By Blogger

Jumat, 01 April 2011

Dasar Termodinamika

Termodinamika

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8a/Triple_expansion_engine_animation.gif/225px-Triple_expansion_engine_animation.gif

Sebuah sistem termodinamika

Termodinamika (bahasa Yunani: thermos = 'panas' and dynamic = 'perubahan') adalah fisika energi , panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika berhubungan dekat dengan mekanika statistik di mana banyak hubungan termodinamika berasal.

Pada sistem di mana terjadi proses perubahan wujud atau pertukaran energi, termodinamika klasik tidak berhubungan dengan kinetika reaksi (kecepatan suatu proses reaksi berlangsung). Karena alasan ini, penggunaan istilah "termodinamika" biasanya merujuk pada termodinamika setimbang. Dengan hubungan ini, konsep utama dalam termodinamika adalah proses kuasistatik, yang diidealkan, proses "super pelan". Proses termodinamika bergantung-waktu dipelajari dalam termodinamika tak-setimbang.

Karena termodinamika tidak berhubungan dengan konsep waktu, telah diusulkan bahwa termodinamika setimbang seharusnya dinamakan termostatik.

Hukum termodinamika kebenarannya sangat umum, dan hukum-hukum ini tidak bergantung kepada rincian dari interaksi atau sistem yang diteliti. Ini berarti mereka dapat diterapkan ke sistem di mana seseorang tidak tahu apa pun kecual perimbangan transfer energi dan wujud di antara mereka dan lingkungan. Contohnya termasuk perkiraan Einstein tentang emisi spontan dalam abad ke-20 dan riset sekarang ini tentang termodinamika benda hitam.


Konsep dasar dalam termodinamika

Pengabstrakan dasar atas termodinamika adalah pembagian dunia menjadi sistem dibatasi oleh kenyataan atau ideal dari batasan. Sistem yang tidak termasuk dalam pertimbangan digolongkan sebagai lingkungan. Dan pembagian sistem menjadi subsistem masih mungkin terjadi, atau membentuk beberapa sistem menjadi sistem yang lebih besar. Biasanya sistem dapat diberikan keadaan yang dirinci dengan jelas yang dapat diuraikan menjadi beberapa parameter !

Sistem termodinamika

Sistem termodinamika adalah bagian dari jagat raya yang diperhitungkan. Sebuah batasan yang nyata atau imajinasi memisahkan sistem dengan jagat raya, yang disebut lingkungan. Klasifikasi sistem termodinamika berdasarkan pada sifat batas sistem-lingkungan dan perpindahan materi, kalor dan entropi antara sistem dan lingkungan.

Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan lingkungan:

  • sistem terisolasi: tak terjadi pertukaran panas, benda atau kerja dengan lingkungan. Contoh dari sistem terisolasi adalah wadah terisolasi, seperti tabung gas terisolasi.
  • sistem tertutup: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran benda dengan lingkungan. Rumah hijau adalah contoh dari sistem tertutup di mana terjadi pertukaran panas tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan. Apakah suatu sistem terjadi pertukaran panas, kerja atau keduanya biasanya dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya:
    • pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran panas.
    • pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.
  • sistem terbuka: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) dan benda dengan lingkungannya. Sebuah pembatas memperbolehkan pertukaran benda disebut permeabel. Samudra merupakan contoh dari sistem terbuka.

Dalam kenyataan, sebuah sistem tidak dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti ada terjadi sedikit pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit penarikan gravitasi. Dalam analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama dengan energi yang keluar dari sistem.

Keadaan termodinamika

Ketika sistem dalam keadaan seimbang dalam kondisi yang ditentukan, ini disebut dalam keadaan pasti (atau keadaan sistem).

Untuk keadaan termodinamika tertentu, banyak sifat dari sistem dispesifikasikan. Properti yang tidak tergantung dengan jalur di mana sistem itu membentuk keadaan tersebut, disebut fungsi keadaan dari sistem. Bagian selanjutnya dalam seksi ini hanya mempertimbangkan properti, yang merupakan fungsi keadaan.

Jumlah properti minimal yang harus dispesifikasikan untuk menjelaskan keadaan dari sistem tertentu ditentukan oleh Hukum fase Gibbs. Biasanya seseorang berhadapan dengan properti sistem yang lebih besar, dari jumlah minimal tersebut.

Pengembangan hubungan antara properti dari keadaan yang berlainan dimungkinkan. Persamaan keadaan adalah contoh dari hubungan tersebut.

Hukum-hukum Dasar Termodinamika

Terdapat empat Hukum Dasar yang berlaku di dalam sistem termodinamika, yaitu:

  • Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika

Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya.

  • Hukum Pertama Termodinamika

Hukum ini terkait dengan kekekalan energi. Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem.

  • Hukum kedua Termodinamika

Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Hukum ini menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya.

  • Hukum ketiga Termodinamika

Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.

Minggu, 14 November 2010

Teknologi Mekanika Dasar

PENDAHULUAN DAN KLASIFIKASI

Pendahuluan

Teknologi Mekanik adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang proses pengerjaan suatu benda atau material terutama logam, sehingga diperoleh hasil yang sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan (sesuai spesifikasi).

Klasifikasi

Teknologi Mekanik dibagi menjadi 5 klasifikasi, yaitu:

a. Proses yang digunakan untuk merubah bentuk

1. Ekstraksi dari penambangan.

2. Penuangan/casting, (logam cair yang dituangkan kedalam cetakan)

3. Pengerjaan dingin dan panas (cold work and hot work)

4. Pembentukan dengan logam serbuk(powder metalurgi forming)

5. Pencetakan logam dalam keadaan plastis(plastic moulding)

b. Proses yang digunakan untuk pengerjaan dengan mesin, sehingga dicapai ukuran tertentu

1. Proses tradisional (traditional machining)

2. Proses non-tradisional (belum banyak digunakan)

c. Proses untuk memperoleh permukaan akhir(surface finish) yang dikehendaki

1. Metal removal

2. Polishing (penghalusan dengan menggosok dan ditambah dengan bahan kimia supaya lebih halus)

3. Coating (dilapisi dengan bahan lain, bisa cat, logam, dll)

d. Proses untuk menggabungkan bagian-bagian material

e. Proses yang digunakan untuk merubah sifat-sifat fisik

1. Dengan perlakuan panas (heat treatment)

PERUBAHAN BENTUK

Hampir semua produk logam berasal dari suatu penuangan gumpalan logam(ingot) dari suatu proses reduksi penambangan(ore reducing proccess)

Proses-proses yang digunakan untuk merubah bentuk adalah:

1. Penuangan (casting)

2. Penempaan (forging), memukul dalam keadaan pijar

3. Ekstrusi (penarikan)

4. Pengerolan

5. Penarikan (drawing)

6. Penekanan (squeezing)

7. Penekanan (crashing)

8. Penembusan (piercing)

9. Swaging (old forging)

10. Pelenturan (bending)

11. Penggeseran (shearing)

12. Pemutaran (spinning)

13. Pembentukan dengan penarikan (stretch forming)

14. Pembentukan dengan rol (roll forming)

15. Pemotongan dengan obor (torch cutting)

16. Pembentukan dengan ledakan (explosive forming)

17. Pembentukan dengan elektro hidrolik (electro hydrolic forming)

18. Pembentukan secara magnetik (magnetic forming)

19. Pembentukan secara elektro (electro forming)

20. Pembentukan secara logam serbuk (powder metalurgi forming)

21. Pencetakan plastis (plastic molding)


PROSES TRADISIONAL

Proses tradisional digunakan pada pengerjaan dengan mesin yang dilakukan pada bagian-bagian (parts) atau komponen-komponen untuk memperoleh dimensi yang sesuai dengan spesifikasi.

Terdapat 8 proses utama, yaitu:
1. Proses Pembubutan (Turning)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilej9dCNFYcVm0uYoYH14ig8Tm7qRrz3wWCoQIoQY9motGxXyRgcrY2j1SoLgxaQuaih_1oyCLTVEP5UpmX-U7MNR-gKeXz0nTJPuM8SLZDjpxPiE5xS2Em-e3U_JCI_bgcSIP9fCIrZ4/s400/proses+pembubutan(turning).png


2. Proses Pemboran (Boring) --> untuk benda pendek

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSQ5ZbgtiesOZm49lopfvAAN6Qxj8jzWUOhCPima-ipT6-2pYfTbcZ3DhQgVejkZq25ijPxQO5OtaHGERFEMJtbvXBPNBrE8qxuADekrjcV4eSVisOCgvxVQhpT8CwF0U6qiLGpkywkZc/s400/proses+pemboran+(boring).png

3. Proses penggerindraan (grinding)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUCtDqmh-9xs8KzMdzglspQgTa_eFuFvHX9yplXfvYbLcYrUf3yBeVPG194UAKNPQ2PhTbbr3K-rgO21JEHxd0GgxhQIuI-VV2y8NfndTXesDprIZfBa9q6c2QD2_lSDz1X9D4xijK0VM/s400/proses+penggerindraan+(grinding).png


4. Proses frais (milling)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixjI2h1dLuyXlEbacjKfZd5GBUQWowrZFmo97AqtsTVGdZXJ5v6q3TymbSySMEvZr8TrT9aY-KQOSXStHDfckdmAcVUHCS1aVhgHMzVEJWalA1AMvPQ7B4InJuLW1v9_dC5hofFv5RQJ0/s400/proses+frais+(milling).png

5. Proses perataan bidang (planing)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfLSeettQOcoLDNYkApawC55rntcK71YPQhNRlpHZqy6dcmBXRfdoncEoRYvcbsFElRdix62N5vF-jFzCuticaP1Qafg4AfJzcEqpE_pYJ7TEaUk4LjAasa3naLRgSoBRBFMovyE9mbdQ/s400/proses+perataan+bidang+(planing).png

Ket:

Benda kerja bergerak dari kiri ke kanan, setelah sampai pojok kanan, benda kerja bergerak ke kiri dengan sangat cepat karrena tidak ada hambatan, dan pada saat itu juga alat potong bergerak/bergeser masuk ke dalam bidang baca (sedikit).

6. Proses Perataan Bidang (shaping)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbp8IHWKxpGtf1WD7eQELDJJG21E7Yw-11ASpaCAWoQdze33b1WLWk3_g2d-evGsFNJyShs65nVkctdIhn2vXAIL-BiZ5EH3jFVk0rM86BNEGXRSzHmxtD71gl5RFWEa4EUlKQYSREbAQ/s400/proses+perataan+bidang+(shaping).png

Ket: shaping merupakan kebalikan dari planing.

7. Proses Broaching

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSBDHb7UkDDXFZdzVnDYb9TabwzVwKxVrcZ3kWcvu-6wwoWTDkJXdvFr3WBhMYptcTGXjClLC9Sj8ESjIOriJL2A79zhCHg1CE4qa-I33IFVcaoIvlSdfJZcjSlBExAdEYiuZ5t7OBiIo/s400/proses+broaching.png

Ket:

Proses broaching digunakan untuk memperbesar lubang yang sudah ada pada benda kerja, bukan untuk melubanginya.

8. Proses drilling

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8CmZkymuNyrdHHgMV_PDOAP-mDY1kv6FwUwZRZbJpR_VlmabjEQLfmJv37T_S6ZqnD2BieC9RnW05Qatj2iyUMsxqtv_VhWtupJZGceQoPD4uIu5nVdBDqiw_v3_Cm2qx4LdpCLTaO10/s400/proses+drilling.png



Penggabungan

Produk yang memerlukan pemasangan dari dua bagian atau lebih biasanya digabung dengan salah satu cara dari proses-proses berikut:
1. Pengelasan (welding)
2. Penyolderan (soldering)
3. Pembrasingan (brazing)
4. Sintering
5. Pressing
6. Riveting
7. Screw fastering
8. Adhesive joining


1. Pengelasan (welding)

Penggabungan (fusi) bagian-bagian logam dengan cara pemanasan dan / atau penekanan.

2. Penyolderan (soldering)

Penyolderan adalah proses-proses yang menyatukan logam-logam dengan logam penggabung ketiga (artinya logam 1 dan 23 digabung) yang dikenakan penggabungan (joint) dalam keadaan mencair (liquid state) & dibiarkan untuk membeku (menjadi padat).

Proses-proses ini banyak digunakan secara komersil dalam penggabungan pasangan-pasangan kecil dari bagian alat-alat listrik.

Penyolderan (soldering)

Adalah penggabungan 2 potong logam dengan logam yang lain yang berbeda yang dilaksanakan pada antara keduanya (kedua potongan logam tersebut), dalam keadaan meleleh atau mencair pada temperatur tidak melebihi 430˚c. Dalam proses ini terjadi sedikit paduan (alloying) dengan logam dasar, dan kekuatan tambahan diperoleh dari ikatan mekanisnya (mechanical bonding)

Suatu metode pemanasan (pencelupan, tungku/furnace, obor/torch, atau tahanan listrik/electrical resistance dapat dilakukan, banyak penyolderan dilaksanakan dengan besi solder (soldering iron) yang cocok untuk bagian-bagian kecil atau logam ringan.

Besi solder dipanaskan, dikenakan pada logam yang akan digabung dalam bentuk kawat. Pada semua operasi penyolderan perlu dijaga kebersihan, dan dibutuhkan suatu fluks. Fluk adalah aliran energi panas.

3. Brazing

Pada brazing logam pengisi (filler metal) merupakan paduan bukan besi (non-ferrous alloy) dan mempunyai titik lebur diatas 430˚c, tetapi lebih rendah dari titik lebur logam induk (parent metal).

Logam pengisi didistribusikan diantara permukaan dengan cara daya tarik kapiler.

4. Braze Welding

Serupa dengan brazing, tetapi logam pengisi tidak didistribusikan dengan cara daya tarik kapiler. Dalam proses terakhir ini, logam pengisi dicairkan dan ditempatkan pada titik dimana pengelasan dibuat.

Untuk keduanya (baik brazing maupun braze welding) fluk diperlukan untuk membuang oksida permukaan dan memungkinkan logam pengisi cair membasahi permukaan yang digabung secara sempurna.

Logam dan padanan logam yang biasa digunakan pada brazing adalah:

1. Tembaga ................................1083˚c

2. Paduan tembaga ....................870˚-1100˚c

3. Paduan perak .........................630˚-845˚c

4. Paduan aluminium .................570˚-640˚c

Tipe gabungan dasar ada 3, yaitu:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8r9gAnZiXFfKJjxtU4lGMx5cst5uijiP91BXnmwm7JqUxB7Zhi6WAsPQp6kVUnHWrhQoMk88xhos5t-LrYhrCgHD6-m9n4n7bflIzs9ccv1mQbPP9W-lBNxX9CcU46VZCf5BuGootbhw/s320/Tipe+gabungan+dasar.png